Bila Anda menggunakan plugins, biasanya ada pemberitahuan bila tersedia versi yang lebih baru. Pemberitahuan itu seperti di bawah ini. Perhatikan ada angka 1 di menu Plugins.
Bila Anda masuk ke menu Plugins, maka akan ada pemberitahuan seperti di bawah ini. Posisi pemberitahuan ini ada di bawah plugins yang aktif. Pada pemberitahuan ini juga ada link untuk melihat rincian fitur plugin yang di-upgrade serta ada link juga untuk upgrade secara otomatis.

Untuk upgrade klik [upgrade automatically], maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini yang menunjukkan proses upgrade dan pengaktifan kembali plugins yang telah di-upgrade.

Untuk kembali ke menu Plugins klik [Return to Plugins page]. Anda bisa lihat plugin telah di-upgrade ke yang versi terbaru.

Cobalah cek, apakah pembuat themes yang Anda pakai sudah menyediakan versi yang lebih baru. Masuklah ke menu [Appearance] dan klik [Themes]. Bila ada versi yang lebih baru, biasanya ada pemberitahuan. Di bawah ini contoh themes iNove – yang digunakan pada blog ini – yang masih versi 1.1.4. Di keterangan theme bagian bawah ada pemberitahuan adanya versi baru, yaitu 1.2.3.
Untuk upgrade ke versi baru klik [upgrade automatically]. Maka Anda akan dihadapkan pada jendela login ke WordPress kembali. Ketik username dan password, dan WordPress akan memulai proses upgrade. Bila berhasil, dalam sekejap akan muncul pesan bahwa proses upgrade telah selesai dan berhasil.

Bila Anda kembali ke menu [Appearance][Themes], maka terlihat kini tidak ada lagi notifikasi versi yang lebih baru. Dan versinya sudah berganti menjadi 1.2.3.

Ada kalanya Anda salah menuliskan tags. Tidak teliti menuliskan tags pada saat selesai menulis artikel, menyebabkan kesalahan tampilan tags yang cukup mengganggu. Lihat gambar di bawah ini. Pada daftar tags tersebut ada tags “Cari Plugin”. Padahal yang dimaksudkan adalah tags “Plugin” saja. Kesalahan ini menyebabkan urutan penampilan tags yang dimaksudkan sebagai “Plugin” tidak berurut alfabetis, sehingga menyulitkan pengunjung blog ini untuk mencari kata tersebut.

Cara menyuntingnya, ikuti tutorial langkah demi langkah berikut:
- Klik [Tags] pada menu [Posts].

- Pada daftar plugins, cari tags yang akan diedit, dalam hal ini “Cari Plugin”. Lewatkan kursor mouse pada tags tersebut, maka akan muncul menu di bawahnya. Dari menu tersebut klik [Quick Edit].

- Edit tags pada isian [Name]. Kemudian klik [Update Tag].

- Sekarang tags “Plugin” sudah berdiri sendiri.

Bisa jadi website blog Anda dikunjungi oleh orang asing yang tidak menggunakan bahasa yang digunakan oleh blog Anda. Maka Anda tidak perlu menyia-nyiakan kunjungannya, pasanglah translation tool (peranti penerjemah). Caranya gampang, dan yang juga penting adalah gratis!
Anda dapat menggunakan theme WordPress yang sudah menyediakan fasilitas penerjemahan. Tetapi kalau Anda sudah menyukai theme yang sekarang, Anda tak mau menggantinya lagi, Anda masih dapat menggunakan translation tool penterjemahan. Ikuti tutorial pemasangan translation tool di bawah ini.
- Masuklah ke translation tool di Google.
- Klik tab Tool atau Peralatan.

- Pilih bahasa website blog Anda. Copy kode HTML yang tersedia seperti terlihat di bawah ini. Cara peng-copy-an kode: klik kode tersebut lalu klik-kanan dan pilih copy.

- Masuklah ke admin di blog WordPress Anda. Klik menu [Widgets] yang terdapat di kelompok menu Appearance. Pilih widget Text (dengan klik[ Add])
- Setelah widget Text berpindah ke sebelah kanan, klik [Edit], dan paste (klik kanan dan klik [Paste] atau bisa juga tekan Ctrl-v pada bidang teks). Maka kode dari Google tadi sudah ter-copy ke Text.

- Klik [Done] untuk menutup widget Text dan klik [Save Changes].
- Sekarang lihat situs Anda. Tool Google Translate sekarang sudah terpasang di sidebar blog Anda. Untuk mencobanya, pilih bahasa pada kolom yang disediakan.

Kolom di sebelah kanan dan/atau dan di sebelah kiri, dari kolom yang berisi artikel di tampilan blog WordPress Anda, adalah sidebar. Seringkali Anda perlu mengetahui ukuran sidebar di blog Anda. Ini bermanfaat bila Anda ingin menempatkan gambar atau iklan pada sidebar tersebut. Jangan sampai ukuran gambar atau foto yang akan Anda tempatkan terlalu besar, sehingga tidak mencukupi atau penampilannya kurang bagus.
Biasanya lebar sidebar dinyatakan dengan pixel. Untuk mengetahui berapa pixel ukuran sidebar Anda, cobalah ukur sisi segi-empat di bawah ini. Gambar di bawah ini berukuran 100×100 pixel. Misalnya setelah Anda ukur menggunakan penggaris, panjang sisi kotak di bawah ini adalah z cm. Sekarang ukur lebar sidebar di blog Anda, misalnya sama dengan y cm. Maka ukuran sidebar Anda adalah y/z*100 pixel.

Perhitungan di atas hanya berlaku untuk layar monitor yang sedang Anda pakai dengan resolusi yang sedang berlaku. Bila Anda mengubah resolusi tampilan layar Anda, maka panjang 100 pixel – dalam satuan cm – akan berubah pula. Demikian juga bila Anda berganti ke monitor yang lebarnya berbeda.
Ada kalanya Anda kurang puas dengan ukuran atau penempatan gambar di dalam artikel yang sudah Anda publikasikan di blog atau website Anda. Atau Anda ingin mengubah teks yang muncul ketika mouse dilewatkan di atas gambar. Anda dapat menyuntingnya. Berikut tutorial penyuntingannya: Read more…
Yang Baru Komentar