Memasang iklan di sidebar bisa melalui widged Text seperti yang dijelaskan sebelumnya. Baca kembali artikel Memasang Iklan di WordPresss. Lalu kalau memasang iklan selain di sidebar (katakanlah di bagian header atau di antara artikel) bagaimana? Sebab, widget Text kan hanya bisa dipasang pada sidebar.
Memang ada cara untuk memasang iklan selain di sidebar. Ada dua cara malahan. Pertama menggunakan plugin semacam Easy Adsenser yang dapat menempatkan kode Adsense di dalam artikel. Bahkan ada plugin yang bisa menempatkan kode Adsense di bawah gambar di dalam artikel Anda, seperti Adsense Under Image.
Cara kedua adalah menggunakan theme tertentu yang menyediakan ruang iklan. Theme semacam ini tidak hanya menyediakan ruang iklan di sidebar tetapi juga di header. Contohnya theme seperti gambar di bawah ini. (Anda bisa melihat penerapannya di WordPress.FreeTutorial.web.id.)

Pada theme di atas, sudah disediakan ruang iklan berukuran 468×60 pixel di header, 160x600pixel memanjang ke bawah di sidebar, dan ukuran 300×250 pixel di sidebar sebelah kanan. Anda dapat menampilkan iklan pada ruang-ruang yang disediakan itu. Bagaimana caranya, ikuti artikel kami selanjutnya.
Bila Anda telah menikmati dan menyukai aplikasi statistik di blog WordPress.com – untuk memantau pengunjung blog Anda – Anda bisa memakainya untuk website Anda sendiri. Aplikasi ini cukup simpel dan mudah dipahami.
Bagaimana cara menginstalnya? Caranya mirip menginstal plugin biasa untuk tahap awal. Tetapi setelah aktivasi, Anda diminta untuk mengisi “WordPress.com API key” yang bisa didapat bila Anda telah memiliki blog di WordPress.com. Jadi kalau Anda belum punya blog di sini, Anda tidak bisa memakai aplikasi statistik WordPress ini.
Berikut tahapan detilnya.
Loginlah ke blog/website yang akan Anda pasangi plugin WP-Stat-Dashboard tersebut. Masuklah ke menu [Plugins] dan klik [Add New]. Lihatlah pada bagian [Popular tags]. Pilih tag [statistics]. Pada daftar plugin yang muncul kemudian, pilih plugin WP-Stats-Dashboard.
Selanjutnya installah plugin ini seperti cara instal plugin biasa. Setelah Anda aktifkan Anda akan diminta untuk memasukkan “WordPress.com API key”.
API key terdapat di blog Anda di WordPress.com. Loginlah ke admin di blog Anda di WordPress.com (ya Anda harus punya blog di sini!). Pada menu [Users] klik [Your Profile]. Pada layar Profile ini lihat pada bagian atas, di situ ada kode “WordPress.com Api key” Anda.
Sekarang kembali ke website/blog Anda yang tadi minta kode API key. Masukkan API key tersebut maka, WP-Stats-Dashboard dapat Anda akses setiap saat di bawah menu [Dashboard], yaitu opsi [Blog Stat].
Di jendela Blog Stat itu di sudut kanan atas terdapat menu dropdown, di sini Anda dapat beralih dan melihat data statistik untuk blog Anda di WordPress.com. Sebaliknya, bila Anda berada blog Anda di WordPress.com Anda dapat pula beralih dan melihat data statistik pengunjung di situs blog lain yang Anda pasangi WP-Stats-Dasboard.

Bila Anda membutuhkan software statistik untuk memantau pengunjung blog WordPress Anda, plugin WP-ShortStat merupakan salah satu pilihan. Instalasinya mudah, dan tidak diperlukan konfigurasi lagi. Setelah instal Anda tinggal menggunakannya.
Download WP-ShortStat di direktori plugin WordPress. Dan installah plugin ini (caranya seperti yang pernah dijelaskan pada rubrik Tutorial di blog ini).
Setelah diinstal dan diaktifkan, WP-ShortStat dapat diakses setiap saat lewat Dashboard.

Secara umum, WP-ShortStat menampilkan data jumlah pengunjung seminggu terakhir termasuk total sejak Anda instal plugin ini. Selain itu Anda juga akan mendapati data, halaman mana saja yang diakses oleh pengunjung termasuk jumlah hit-nya. Yang menarik adalah data mengenai situs mana saja yang mereferensikan pengunjung sehingga menemukan website blog Anda. Bahkan WP-ShorStat menampilkan keyword yang digunakan oleh pengunjung pada mesin pencari sehingga menemukan website Anda. Bila keyword ini Anda klik, Anda akan dibawa ke halaman hasil pencarian, di situ Anda dapat mengetahui, di urutan nomor berapa website Anda terdaftar pada mesin pencari dengan keyword tersebut.
Berikut selengkapnya data-data yang ditampilkan oleh WP-ShortStat:
- Last week. Di sini ditampilkan data jumlah pengunjung (unique), hits, serta RSS. Data ini ditampilkan dalam satu minggu terakhir.
- Last Resources. Di sini terdapat data, halaman mana saja yang diakses oleh pengunjung dan pada jam berapa. Anda dapat klik data itu untuk mengetahui halaman yang diakses pengunjung.

- Last Keywords. Ini bagian yang menarik. Anda dapat mengetahui keyword apa yang dimasukkan oleh pemakai pada mesin pencari (seperti google.com) sehingga menemukan website blog Anda. Anda dapat klik keyword dan Anda akan disajikan daftar hasil pencarian dengan keyword tersebut. Di sini Anda dapat mengetahui di nomor berapa website blog Anda ditampilkan pada hasil pencarian.

- Last Referers, di sini terdapat daftar situs yang mereferensikan pengunjung sehingga mengakses blog Anda. Data ini juga dapat Anda klik sehingga Anda mengetahui halaman yang dijadikan referensi pengunjung sebelum menggunjungi blog Anda.

- Keywords, di sini ditampilkan keywords yang dimasukkan oleh pemakai pada mesin pencari sehingga menemukan website blog Anda. Juga ditampilkan berapa jumlah keyword yang sama.

- Resources, di sini Anda akan menemukan data hits untuk halaman yang diakses oleh pengunjung. Jumlah hit diurutkan mulai dari yang terbesar.
- Domains, di sini ditampilkan jumlah hit untuk domain yang mereferensikan blog Anda. Misalnya, berapa total hit yang berasal dari google.com, atau dari situs-situs yang mempunyai link ke website blog Anda.
- Browsers, di sini ditampilkan persentase jenis browser yang digunakan oleh pengunjung Anda.

- Platforms, di sini ditampilkan persentase platform yang digunakan oleh pengunjung, misalnya Widows XP sekian persen, Ubuntu sekian persen, dll.

Selain melalui menu yang disediakan WordPress, sebenarnya Anda dapat instal plugin langsung ke folder tempat plugin disimpan. Untuk itu Anda perlu tahu di mana posisi plugin di dalam WordPress.
Secara umum letak plugin ada di bawah folder PLUGINS. Di bawah folder PLUGINS terdapat folder-folder plugin yang terpasang. Sedangkan PLUGINS sendiri berada di bawah WP-CONTENT.

Jadi Anda dapat menyalin (copy) plugin Anda yang masih dalam format terkompresi (zip) ke folder PLUGINS dan memekarkannya di situ. Atau mekarkan file plugin di folder tersebut secara langsung. File-file plugin yang telah dimekarkan akan disimpan di sebuah folder – nama folder ini sesuai dengan nama plugin. Pada contoh gambar di atas ada dua plugin yang terpasang, yaitu “akismet” dan “jpic-wordpress-widget”.
Setelah Anda salin plugin ke folder PLUGINS, Anda masih perlu mengaktifkannya dari WordPress, yaitu klik [Installed] pada menu [Plugins]. (Lihat tutorial instal plugin sebelumnya.) Setelah plugin aktif, Anda tinggal mengkonfigurasikannya kalau memang plugin tersebut membutuhkan konfigurasi atau setting.
Berikut cara instal plugin dari daftar (direktori) yang terpampang di bagian bawah layar instal plugin. Daftar plugin ini hanya terlihat bila Anda instal dari WordPress di server yang online di Internet. Jadi daftar tersebut tidak terlihat di WordPress yang Anda instal di PC (yang menggunakan XAMMP).
Berikut tutorial instal dari direktori.
- Klik [Add New] pada menu [Plugins]. Pada layar Install Plugins yang muncul, lihat pada bagian Popular Tags (bagian bawah) dan pilih salah satu tag (topik) plugin yang akan Anda instal.

- Sebagai contoh kita pilih plugin [statistics]. Maka akan muncul daftar plugin yang berkaitan dengan statistik. Pilih salah satu. Pada contoh ini kita pilih plugin WP-ShortStat dan klik [Install].

- Klik [Install Now] pada layar yang muncul.

- Plugin telah terinstal. Kini klik [Activate Plugin] untuk mengaktifkannya.

- Terlihat, plugin WP-ShortStat telah aktif.

- Lihat pada menus Dashboard. Kini item menu bertambah, yaitu [ShortStat]. Klik [ShortStat].

- Pertama instalasi, data statistik masih kosong.

Seperti juga widget, plugin menambah fungsi blog WordPress. Sebagian plugin juga dihadirkan dalam bentuk widget. Salah satu contoh plugin WordPress adalah Visitor Counter, yaitu penghitung pengunjung blog WordPress. Plugin ini ditampilkan di sidebar melalui widget. Contoh plugin lainnya adalah download manager, yakni menambah fungsi untuk download file pada blog WordPress.
Tersedia banyak plugin dengan berbagai fungsi yang dapat Anda download, yaitu salah satunya di website plugin WordPress. Hanya saja plugin ini tidak dapat dipasang pada blog Anda di WordPress.com, tetapi hanya dapat dipasang di blog yang Anda bangun sendiri (yang menggunakan program dari WordPress.org).
Pada WordPress 2.7 instal plugin lebih mudah karena disediakan menu instalasi. Di sini Anda juga dapat memilih plugin yang dikategorikan ke dalam tag sesuai dengan fungsionalitasnya. Berikut cara instal plugin yang telah Anda download terlebih dahulu ke PC Anda.
- Setelah Anda download plugin, masuklah ke dashboard WordPress dan klik [Add New] pada menu [Plugins].

- Klik [Browse] dan arahkan ke plugin yang telah Anda download. Lalu klik [Install Now].

- Pada tampilan yang muncul kemudian klik [Activate Plugin].

- Kini plugin Anda telah terpasang dan aktif. Pada contoh di bawah ini antara lain plugin Visitor Counter yang baru dipasang dan aktif.

- Berikutnya adalah mengkonfigurasikan plugin tersebut. Setiap plugin memiliki cara konfigurasi yang berbeda-beda. Untuk itu selalu baca cara instal yang diberikan oleh pembuatnya. Pada contoh berikutnya ini adalah instalasi plugin Visitor Counter yang berupa widget. Klik [Widgets] pada menu [Appearance].

- Plugin Visitor Counter telah terdaftar di Available Widgets. Klik [Add] pada [Visitor Counter].

- Selanjutnya prosedurnya sama dengan instal widget.
Yang Baru Komentar