Favicon singkatan dari favorites icon, yaitu ikon yang muncul di URL bar (sebelah kiri) di browser Anda. Ikon ini juga muncul di daftar bookmark di browser.

Berikut cara membuat favicon untuk situs yang dibangun dengan WordPress. Read more…
Tutorial sebelumnya telah membahas pembubuhan tombol sharing untuk ditampilkan di sidebar. Tutorial WordPress kali ini, akan menyajikan cara pembubuhan tombol sharing tersebut di setiap akhir posting/artikel. Tutorial pembubuhan tombol sharing sebelumnya maupun yang akan Anda ikuti ini, tidak ditujukan untuk blog yang dibuat di WordPress.com.
Berikut langkah pembubuhan tombol sharing untuk setiap posting yang akan Anda buat maupun artikel yang telah Anda buat sebelumnya. Sekali Anda melakukan langkah seperti di bawah ini, tombol-tombol akan dibubuhkan secara otomatis, Anda tak perlu memikirkannnya lagi setiap kali mem-posting artikel.
Read more…
Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke website Anda adalah dengan menyediakan tombol sharing. Dengan tombol sharing ini, pengunjung dapat dengan mudah men-share website atau artikel Anda yang menarik ke website mereka atau di account jejaring sosial mereka.
Salah satu cara untuk membuat tombol sharing di website Anda adalah menggunakan tool yang disediakan oleh AddThis.com. Layanan ini gratis. Berikut cara menyediakan tombol sharing di website Anda.
Read more…
Pada tutorial sebelumnya telah dibahas cara upgrade WordPress ke versi baru secara otomatis. Cara ini memang mudah, tetapi ada kalanya upgrade otomatis gagal, bahkan upgrade otomatis ini tidak dapat dilaksanakan. Untuk itu diperlukan upgrade secara manual. Caranya seperti di bawah ini.
Read more…
WordPress 2.9 telah dirilis. Versi baru ini juga disebut “Carmen” untuk menghormati vokalis jazz Carmen McRae. Beberapa feature baru pada versi ini antara lain adanya menu Trash untuk pengelolaan komentar dan artikel (posting); fasilitas editing gambar; upgrade banyak plugin dengan satu klik; dan perbaikan lainnya yang bersifat teknis.
Read more…
Suatu saat Anda ingin menampilkan peta di website, misalnya saja Anda ingin menampilkan suatu lokasi. Caranya cukup mudah, ikuti langkah berikut.
- Buka Google Maps (maps.google.com) dan cari lokasi yang ingin Anda tampilkan. Ketikkan lokasi Anda di kolom [Search].
- Setelah lokasi yang Anda maksudkan tertampil, klik menu [Link] yang berada di sudut kanan atas peta. Dari situ muncul jendela yang berisi link dan kode HTML, klik [Customize and preview embedded map].

- Pada jendela pengaturan peta yang muncul kemudian, pilih ukuran peta yang Anda inginkan. Pilihannya [Small], [Medium], [Large], atau isikan ukuran peta – dengan satuan pixel – pada pilihan [Custom].

- Peta yang akan tertampil di website Anda terlihat di Preview. Pada Preview tersebut Anda dapat menggeser-geser peta agar lokasi tertampil sesusai dengan yang Anda kehendaki. Setelah Anda puas dengan ukuran dan tampilan petanya, copy-lah kode HTML yang berada di bawah Preview. (Caranya, klik kode tersebut sehingga terseleksi, klik-kanan, dan pilih [Copy].)

- Login-lah ke website WordPress Anda, dan pilih menu [Appearance][Widget]. Pilih widget Text dan paste kode HTML tadi. Isikan judul peta Anda pada kolom judul widget Text tersebut bila perlu. Klik [Save] untuk menyimpan kode tersebut pada widget Text.
- Kini lihat website Anda, peta sudah tertampil di sidebar. Bila Anda kurang puas dengan ukuran peta, editlah kode HTML pada widget Text tadi, yaitu ubah angka pada “height” (tinggi) dan “width” (lebar). Ubah-ubahlah hingga Anda menemukan ukuran yang pas dengan sidebar Anda. Klik [Save] setiap Anda melakukan pengubahan.
- Bila Anda ingin menyisipkan peta pada artikel Anda, bukan pada sidebar, sisipkan kode HTML di dalam artikel, tapi lebih dahulu Anda pilih mode edit [HTML].
Nah, tunjukkan lokasi pesta perkawinan, jalur bersepeda, atau tempat lainnya, dengan menampilkan peta seperti cara di atas. (Tutorial WordPress)
Jika Anda punya blog di WordPress.com, secara default blog Anda dapat diakses dari ponsel dan smartphone. Kalau tidak menginginkannya, Anda dapat mengubahnya di menu [Appearance][Extras] lalu hilangkan tanda centang (klik) pada opsi [Display a mobile theme when this blog is viewed with mobile browser], lalu klik [Update Extras]. Sehingga blog Anda tidak tidak dapat dilihat di ponsel.
Fitur penampilan situs pada layar peranti genggam tersebut dapat Anda terapkan di situs Anda sendiri yang menggunakan WordPress. Caranya hanya instal sebuah plugin. Salah satu plugin yang telah kami coba adalah WordPress Mobile Edition.
Instalasi plugin sangat mudah. Yaitu, mekarkan plugin yang telah Anda download. Hasil ekstraksi akan teridiri atas file readme.txt, wp-mobile.php, dan folder carrington-mobile-1.0.2. Selanjutnya, gunakan program FTP untuk untuk menaruh file wp-mobile.php di bawah folder wp-content\plugins. Kemudian taruh pula folder carrington-mobile-1.0.2 (beserta isinya) di bawah folder wp-content\themes. Tahap terakhir, masuklah ke admin WordPress Anda, dan aktifkan plugin tersebut.
Sekarang, situs Anda selain dapat ditampilkan browser di komputer, juga dapat ditayangkan di layar peranti genggam. Tetapi dari hasil percobaan kami, sidebar situs tidak ditampilkan di layar ponsel/smartphone. Apakah Anda punya pengalaman lain?
Yang Baru Komentar